News

Pandeglang Kekurangan Dokter, Tidak Punya Dokter Spesialis Ortopedi

×

Pandeglang Kekurangan Dokter, Tidak Punya Dokter Spesialis Ortopedi

Sebarkan artikel ini
ketua idi pandeglang
dr Irwan Mulyantara,M.Kes, AIFO,Sp.B.Subsp.BVE(K)

KITAINDONESIASATU.COM Kabupaten Pandeglang dianggap masih kekurangan tenaga dokter dan fasilitas kesehatan di Pandeglang perlu ditingkatkan. Bahkan, hingga sekarang tidak memiliki dokter spesialis ortopedi.

Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) cabang Pandeglang, Irwan Mulyantara mengungkapkan, hingga saat ini tenaga dokter di Kabupaten Pandeglang masih sangat terbatas. “Mengapa banyak dokter yang tidak mau bekerja di Pandeglang. Ini harus dievaluasi,” kata Irwan kepada wartawan, kemarin. 

Kata Irwan, fasilitas kesehatan di Kabupaten Pandeglang juga perlu ditingkatkan, termasuk budaya kerja yang mendukung tenaga medis. “Di sini fasilitas kesehatan dan budaya kerja perlu ditingkatkan dan harus dibahas bersama eksekutif dan legislatif,” katanya.

Masih banyak puskesmas di Pandeglang yang tidak dipimpin dokter. Tapi, dipimpin oleh perawat atau bidan. Memang menurut aturan tidak melanggar. Akan tetapi, hal itu mencerminkan kurangnya tenaga dokter di wilayah tersebut.

“Kita tahu selama ini di Pandeglang, pengembangan kedokteran masih kurang. Salah satu buktiya yaitu masih banyak puskesmas yang tidak dipimpin oleh dokter, padahal idealnya dipimpin dokter,” ujar Irwan. 

Menurut Iwan, idealnya sebuah puskesmas memiliki lebih dari lima dokter guna menangani program kesehatan secara maksimal. “Setiap puskesmas harus ada minimal lima dokter. Tapi, puskesmas di Pandeglang paling banyak hanya diperkuat dua dokter. Ujung-ujungnya apa? Perawat dan bidan terpaksa menangani pelayanan kesehatan juga,” katanya.

Secara terpisah, Eni Yanti, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, mengatakan bahwa saat ini di Pandeglang tercatat ada 25 dokter. “Dari 25 dokter ini, kalau tidak salah yang berstatus pegawai negeri 18 dokter, sisanya sebagai dokter tamu. Sebenarnya itu sudah cukup, tidak harus dokter berstatus pegawai negeri saja, dokter tamu juga kita hitung untuk pemenuhan di rumah sakit,” katanya.

Memang, lanjut Eni, jumlah tersebut belum ideal untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di rumah sakit. “Misalnya dokter spesialis saraf seharusnya ada dua orang, tapi di sini baru ada satu. Kalau dokter jantung dua dua, dokter anak tiga, dokter bedah tiga, dokter paru tiga, dan dokter penyakit dalam tiga,” katanya.

Eni mengaku saat ini di Pandeglang belum memiliki dokter spesialis ortopedi yang menangani tulang dan sendi. “Yang tidak ada itu dokter ortopedi. Sebelumnya sempat ada, tapi berhenti, sehingga belum ada penggantinya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *