KITAINDONESIASATU.COM – Sedikitnya 2.000 lapangan pekerja baru akan disiapkan pabrik pengolahan tembaga atau smelter milik PT Freeport Indonesia telah beroperasi, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas mengatakan, pihaknya akan membuka lowongan sebanyak 2.000 tenaga kerja. Nantinya, mereka yang akan diserap oleh PTFI, diantaranya sebanyak 1.200 orang merupakan tenaga kerja kontraktor, sedangkan 800 orang lainnya merupakan karyawan langsung dari PTFI.
“Selama beroperasi nantinya pada saat operasi penuh, Pak Presiden (Jokowi), ini akan mempekerjakan kira-kira 2.000 orang, 1.200 karyawan kontraktor dan 800 karyawan langsung PT Freeport Indonesia,” kata Tony yang dikutip Minggu (29/9).
Tidak hanya itu, Tony membeberkan, selama masa konstruksi smelter tembaga yang disebut sebagai smelter tembaga single line atau satu jalur tunggal terbesar di dunia itu telah mempekerjakan hingga 40 ribu orang. “Sudah hampir 40 ribu orang yang bekerja sejak dimulai konstruksi pertamanya pada Oktober 2021 lalu,” ujarnya.
Seperti diketahui, smelter single line terbesar di dunia ini memiliki kapasitas pemurnian hingga 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Ditambah dengan smelter pertama yang sudah beroperasi yaitu PT Smelting, keduanya akan memurnikan 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun dengan produksi sekitar 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 220 ton perak per tahun.
Nilai investasi kumulatif untuk proyek yang menempati lahan 104 hektar ini mencapai US$ 3,7 miliar atau setara Rp58 triliun.Smelter PTFI ini juga telah mendapatkan pembeli yang akan menyerap 100 ribu ton katoda tembaga per tahun. Adapun pembeli tersebut yakni PT Hailiang Group yang merupakan tetangga mereka di JIIPE, Gresik. (*)

