News

Otsuka Indonesia Raih Penghargaan atas Dedikasi Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja

×

Otsuka Indonesia Raih Penghargaan atas Dedikasi Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja

Sebarkan artikel ini
Otsuka Indonesia dapat penghargaan karena memerangi Tuberkulosis di dunia kerja. (Nicho)
Otsuka Indonesia dapat penghargaan karena memerangi Tuberkulosis di dunia kerja. (Nicho)

KITAINDONESIASATU.COM – PT Otsuka Indonesia dan PT Amerta Indah Otsuka, dua anak perusahaan dari Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd. (Jepang), kembali mengukir prestasi. Pada tahun 2024, keduanya dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai “Perusahaan Terbaik dalam Penerapan Program Edukasi dan Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja.” Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KEMNAKER RI) dan Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia (ADINKES) dalam acara puncak Rapat Koordinasi Pengawas Ketenagakerjaan di Jakarta serta Pertemuan Nasional Dinas Kesehatan di Palembang.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata apresiasi atas inisiatif Otsuka yang memimpin program “Bebas Tuberkulosis di Tempat Kerja” sejak 2022. Program tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2022 tentang Pencegahan Tuberkulosis di Tempat Kerja, dan hingga kini telah berhasil melibatkan lebih dari 60 perusahaan untuk bersama-sama mencapai target eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030. Langkah ini merupakan komitmen berkelanjutan Otsuka untuk mendukung pemerintah dalam upaya menanggulangi penyakit yang masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.

Sudarmadi Widodo, Human Capital & Corporate Communications Director Otsuka Group, menjelaskan, “Melalui program keberlanjutan kami, terutama yang berfokus pada kesehatan, Otsuka telah melaksanakan program komprehensif untuk menanggulangi Tuberkulosis di tempat kerja sejak 2022.

“Kami tidak hanya berfokus pada internal perusahaan, tetapi juga mengajak perusahaan lain untuk berpartisipasi dalam program edukasi pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis. Ini juga termasuk upaya menghilangkan stigma negatif terhadap pasien Tuberkulosis di lingkungan kerja,”jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *