KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggencarkan optimalisasi lahan pertanian di beberapa wilayah. Seperti yang dilakukan di lahan rawa sebesar 40 ribu hektare di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang diyakini dapat mencapai swasembada beras untuk diekspor.
Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Hermanto mengatakan, optimalisasi lahan terus digerakkan di beberapa wilayah. Karena itu pihaknya mengejar target swasembada beras dan akan diupayakan setelah kebutuhan beras nasional terpenuhi.
“Ya, kita mengharapkan disamping untuk memenuhi kebutuhan Merauke, (kebutuhan) nasional, ya ekspor nantinya, kan kita harus berfikir seperti itu,” kata Hermanto, yang dikutip Selasa (24/9).
Menurut Hermanto, pihaknya yakin target swasembada beras di Merauke untuk ekspor itu dapat tercapai karena Kementan tak hanya berupaya menggenjot produktivitas beras melalui optimalisasi lahan rawa. “Kami juga melakukan program cetak sawah di Merauke untuk menambah tingkat produksi beras,” ujarnya.
Meski begitu, Hermanto menegaskan target ekspor beras itu tak dapat terwujud secara instan dan butuh waktu beberapa tahun sebelum target itu tercapai. Perlu waktu dua sampai empat tahun sembari membangun infrastruktur sebagai pendukung.
“Infrastrukturnya kan menjadi PR yang harus kita lakukan sehingga petani punya ruang untuk bisa meningkatkan produksinya,” sambung Hermanto.
Ditambahkan Hermanto, saat ini program optimalisasi lahan rawa berhasil dilakukan pada 38 ribu hektare dari 40 ribu hektare lahan yang ditargetkan. Ia optimis seluruh lahan target optimalisasi itu dapat diselesaikan dalam waktu dekat dengan bantuan alat berat yang sudah dikerahkan.
“Perkiraan kita mungkin satu minggu ke depan sudah selesai semua. Karena alat yang kita gunakan cukup banyak juga alat berat itu,” tutup Hermanto. (*)



