Penindakan berlanjut sekitar pukul 17.30 WIB di rumah lain yang berdekatan. Seorang pria berinisial YBR alias Macan turut diamankan bersama tiga paket yang diduga berisi sabu.
Polisi menduga MST dan YBR berperan sebagai pengedar. Keduanya kini menjalani proses penyidikan lebih lanjut untuk mendalami dugaan keterlibatan dalam peredaran narkotika.
Selain 12 paket yang diduga berisi sabu, petugas menyita sejumlah telepon genggam, alat isap sabu, tiga timbangan elektronik, uang tunai Rp1,35 juta yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika, serta satu unit airsoft gun.
Seluruh barang bukti tersebut akan diteliti lebih lanjut, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan kandungan narkotika yang disita.
Hasil pemeriksaan urine menunjukkan enam dari sembilan orang yang diamankan dinyatakan positif metamfetamina. Mereka terdiri atas dua orang yang diduga sebagai pengedar dan empat orang lainnya.
Sementara itu, tiga orang lainnya menunjukkan hasil negatif berdasarkan pemeriksaan tersebut.
Polisi menyatakan empat orang yang terindikasi sebagai pengguna akan menjalani asesmen untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Penanganan terhadap mereka akan disesuaikan dengan hasil asesmen, sedangkan penyidikan terhadap dua orang yang diduga sebagai pengedar tetap berlanjut.
“Terhadap dua orang yang diduga sebagai pengedar, kami melanjutkan proses penyidikan dan menelusuri asal barang serta jaringan peredarannya,” ujar Untung.
Penyidik kini mendalami asal-usul narkotika yang ditemukan dan kemungkinan adanya jaringan peredaran yang lebih luas. Barang bukti narkotika juga akan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Untung mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan informasi terkait dugaan peredaran narkotika di lingkungan tempat tinggal.
“Kami mengedepankan penegakan hukum terhadap jaringan pengedar dan pemulihan bagi pengguna sesuai hasil asesmen,” katanya.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menindak dugaan peredaran narkotika di Kota Bekasi. Meski sembilan orang telah diamankan, proses hukum dan pendalaman peran masing-masing masih berjalan. (*)




