Tujuan serangan? Mencegah dewan memilih penerus Ali Khamenei. Faktanya, Mojtaba Khamenei tetap dilantik, memicu reaksi berantai.
Kini, Ketua Knesset Israel ancam bunuh Pemimpin Tertinggi Iran bukan lagi sekadar retorika, tapi sinyal eskalasi nyata .
Di sisi lain, Donald Trump ikut memanaskan situasi. Dalam wawancara Axios, Trump menyebut Mojtaba Khamenei “figur lemah” dan “tidak akan bertahan lama” tanpa persetujuannya. Komentar ini selaras dengan pola Ohana ancam pemimpin Iran yang agresif.
Sejak 28 Februari 2026, konflik Israel-Iran 2026 memasuki fase baru. Operasi “Roar of Assad” (Tel Aviv) dan “Epic Wrath” (Washington) menewaskan puluhan komandan Iran, dijawab Teheran dengan Operasi Janji Sejati 4.
Dampaknya? Ketua Knesset Israel ancam bunuh Pemimpin Tertinggi Iran bukan hanya ancaman personal, tapi bagian dari strategi tekanan multidimensi.
Apakah Mojtaba Khamenei akan merespons dengan cara serupa? Dunia menanti.***


