Menutup konferensi pers, Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa negara tidak akan memberi ruang untuk eksploitasi anak oleh jaringan teror.
“Polri berkomitmen penuh menjaga anak Indonesia dari radikalisasi, manipulasi ideologi, dan kekerasan digital. Anak adalah masa depan bangsa, dan kewajiban kita melindungi mereka dari ancaman teror,” tegasnya.***



