Bentuk tatonya simpel geometris: kelompok titik-titik dan garis pendek. Pola paling ikonik adalah empat titik berbentuk berlian di tengah dahi, yang diyakini simbol salib Kristen, karena praktik ini muncul pas agama Kristen masuk ke Lembah Nil.
Tim riset juga nemuin kemungkinan alasan medis di balik ini. Kondisi kesehatan jaman dulu keras banget, jadi orang tua mungkin pakai tato sebagai cara cegah atau obati penyakit.
Tato di dahi diduga buat lindungi anak dari sakit kepala parah atau demam tinggi akibat malaria yang endemik di sana.
Tekniknya kasar: pakai pisau tajam bukan jarum halus seperti sekarang.
“Tato di Kulubnarti bisa dilakukan cepet, nggak lebih ekstrem dari nindik telinga bayi atau khitan di banyak budaya,” kata Austin.
Ini nunjukin betapa orang tua jaman itu peduli banget, mau lindungi anak mereka secara rohani maupun fisik. ***

