News

Netanyahu Diboikot di PBB, Aksi Walk Out Massal Jadi Simbol Penolakan Global

×

Netanyahu Diboikot di PBB, Aksi Walk Out Massal Jadi Simbol Penolakan Global

Sebarkan artikel ini
Netanyahu Diboikot di PBB, Aksi Walk Out Massal Jadi Simbol Penolakan Global
Netanyahu Diboikot di PBB, Aksi Walk Out Massal Jadi Simbol Penolakan Global / YouTube alrasheedmedia

KITAINDONESIASATU.COM – Sidang Umum PBB mendadak ricuh ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak berpidato. Hampir seluruh delegasi memilih walk out meninggalkan ruangan, membuat suasana forum diplomatik tertinggi dunia itu jadi tegang. 

Netanyahu yang biasanya percaya diri tampak terguncang, apalagi sisa hadirin justru melontarkan cemooh hingga ketua sidang harus turun tangan menenangkan suasana dengan seruan, “Please ORDER in the hall.”

Aksi tersebut menjadi simbol penolakan global terhadap kebijakan Israel, terutama operasi militer yang telah menewaskan lebih dari 65 ribu warga Palestina sejak 2023. 

Baca Juga  Di Markas PBB New York, CEO XL Axiata Dorong Percepatan Inklusi Digital Berbasis Gender

Netanyahu memicu kemarahan lebih jauh dengan menyebut operasi pembunuhan tokoh-tokoh Iran, termasuk ilmuwan nuklir, sebagai sebuah “prestasi.” 

Pernyataan ini membuat delegasi semakin mantap keluar serentak, menolak duduk diam mendengarkan pidato yang dinilai “menormalisasi genosida.”

Video walk out itu langsung viral di media sosial, banyak yang menyebut momen ini sebagai isolasi diplomatik terbesar Israel dalam sejarah modern. 

Sejumlah pengamat bahkan menilai, peristiwa ini bisa menjadi titik balik posisi Israel di dunia internasional, layaknya Afrika Selatan saat era apartheid.

Baca Juga  Pasar Taman Puring Terbakar, Enam Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Si Jago Merah

Meski ruangan hampir kosong, Netanyahu tetap menuntaskan pidatonya. Israel kemudian menuding aksi walk out sebagai “tindakan tidak profesional” dan menyalahi etika diplomatik. 

Namun, bagi banyak pihak, insiden ini menjadi tanda semakin pudarnya legitimasi moral Israel di mata dunia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *