KITAINDONESIASATU.COM – Aktor Sandy Permana yang pernah berperan sebagai Arya Soma di sinetron Mak Lampir tewas ditusuk di perumahan TNI-Polri, RT 05 RW 08, Desa Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi.
Polda Metro Jaya telah menetapkan Nanang Irawan atau Nanang Gimbal 45 tahun sebagai tersangka pembunuhan aktro Sandy Permana.
Nanang Gimbal melakukan aksi keji nya dengan cara brutal dengan menghujani tubuh dari Sandy Permana dengan tikaman di beberapa bagian tubuh.
Penusukan ini terjadi ketika Sandy masih berada diatas motor, 2 tikaman di perut kiri lalu Sandy berusaha melawan namun Nanang tak bisa berhenti dan melanjutkan tikaman ke bagian tubuh laiin.
Nanang Gimbal menikam ke pelipis kiri, dada, lalu kemudian pada bagian leher masing-masing sekali tusukan.
Lalu terakhir saat Sandy kabur untuk menyelamatkan diri Nanang menusuknya pada bagian punggung dan memnuat Sandy terkapar di sekitar rumah tetangganya.
Apa Alasan Nanang Gimbal melakukan aksi keji tersebut ?
Diketahui Nanang melakukan aksinya karena dendam lama saat dirinya terlibat cekcok pada forum rapat rukun tetangga (RT) Oktober 2024 lalu.
- Bukan Yalla atau LK21! Link Live Streaming Timnas Putri Indonesia vs Kongo, Laga Seru
- Nonton Mudborn Sub Indo Film Horor Taiwan Bukan LK21, Petaka Suami Istri
- Mengejutkan, Arne Slot Siap Pasang Wonderkid 17 Tahun Hadapi PSG
- Ngeri! Tebing Ambrol di Purbalingga, Dapur Rumah Hancur hingga Tewaskan 1 Orang
- Bangga! Atlet RI Kuasai Kejuaraan Tenis Meja Malaka 2026
Ketua RT 05, Sudarmaji menjelaskan kalau cekcok tersebut terjadi diakibatkan Nanang merasa tak senang dengan cara Sandy menyampaikan pendapatnya.
Rapat RT tersebut mengangkat tema kebersihan dan keamanan lingkungan perumahan.
Dalam rapat tersebut Nanang Gimbal yang biasanya absen tetapi hadir dalam rapat kali itu. Sandy mengutarakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Sudarmaji dengan berdiri di hadapan warga lain.
Namun ditegur oleh Nanang “biasa saja dong’ lalu Sandy pun menjawab ‘ lu yang biasa, lu siapa? Lu bukan warga sini” ungkap Sudarmaji tirukan cekcok Nanang dan Sandy.
Tetapi pada saat itu Sudarmaji berhasil melerai, dikira masalah telah selesai namun beberapa hari setelahnya Sandy mengatakan ketidakpuasan pada sikan nanang dan merasa telah diancam.
Sandy pun bahkan berniat untuk mengirimkan somasi pada Nanang. Tetapi hingga saat ini tidak terjadi.
Lalu setelah dilakukan penangkapan oleh Polda Metro Jaya, Nanang Gimbal mengaku sakit hati.
Karena merasa direndahkan oleh Sandy, karena menurut Nanang korban sering merlihatnya dengan sinis dan meludah ke arah dirinya.


