News

Motif Pembunuhan Pelajar SMA Jombang Ingin Menguasai Motor Korban Dijual Rp2,2 Juta

×

Motif Pembunuhan Pelajar SMA Jombang Ingin Menguasai Motor Korban Dijual Rp2,2 Juta

Sebarkan artikel ini
jenazah putri
Foto almarhum Putri Regita Amanda dan jasad korban saat ditemukan di sungai

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus kekerasan seksual dan pembunuhan yang dialami pelajar kelas 3 SMA YPM Sumobito harus menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan kita.

Kematian Putri Regita Amanda (18) dibunuh secara keji oleh pacar dan dua teman pacarnya menunjukkan betapa kejamnya tindakan para pelaku.

Apalagi dalang dari pembunuhan itu adalah pacarnya sendiri yang juga masih berusia muda, Adiansyah Putra (18) warga Sembung Perak, Jombang dan dua temannya Achmad Toriq (18) serta seorang dewasa Lutfi Inahu (32).

Tidak hanya mengkhianati kepercayaan korban, tetapi sang pacar juga menghilangkan nyawanya dengan cara yang sangat tidak manusiawi.

Sadis! Kematian Putri Siswi SMA Sumobito Dirudapaksa Pacar dan Dua Orang, Lalu Dilempar ke Sungai

Korban dicekoki minuman keras, dianiaya lalu diperkosa secara gergiliran oleh ketiga pelaku, ini merupakan tidakan yang sangat tragis dan kejam.

Perilaku seperti ini sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti gangguan psikologis, pengaruh lingkungan, dan kurangnya rasa empati.

Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan edukasi mengenai bahaya kekerasan seksual serta pentingnya membangun hubungan yang sehat dan saling menghormati.

Selain itu, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan seperti ini sangat diperlukan untuk memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra kepada wartawan, Kamis (13/2/2025) mengatakan jika motif pembunuhan ingin menguasai barang milik pacarnya berupa Honda Vario dan Ponsel.

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Sudah Mencurigai Beberapa Orang

Bahkan kendaraan sepeda motor korban sudah dijual dengan harga Rp2,2 juta, dan uangnya sudah sebagian sudah dihabiskan bersama Lutfi dan Achmad Toriq sebesar Rp800 ribu.

Sementara sisanya Rp1,4 juta disita polisi, polisi hingga saat ini juga terus mencari sepeda motor milik korban, sementara ponsel korban sudah ditemukan.

Seperti diberitakan sebelumnya Senin (10/2/2025) pukul 16:00 WIB merupakan pertemuan terakhir dengan ayahnya Misman (59) yang selama ini mengasuhnya setelah setahun ibunya meninggal.

Korban berpamitan untuk menemu seseorang melakukan cash on delivery (COD), korban sendiri dan mengendarai Honda Vario dan membawa ponsel.

Ternyata COD hanyalah alasan agar korban diizinkan keluar untuk pergi menjumpai sang pacar, Adiansyah Putra (18) warga Sembung, Perak, bertemu di depan SDN Mojowangi, Mojowarno.

Selanjutanya korban diajak pergi ke sebuah warkop di kawasan Perak, korban tak menaruh curiga sama sekali jika ada niat jahat sore itu.

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Menduga Korban Dijeburkan ke Sungai Masih Hidup

Setelah ngopi di warkop korban diajak kerumah temannya Achmad Toriq (AT) warga Klepek, Kujang, Kediri yang ternyata sudah ada Lutfi di rumah Toriq.

Dari sana tersangka kemudian membeli minuman keras (miras) dan mencekoki korban dengan miras di rumah AT di Kujang, Kediri.

Akibat minuman keras inilah perilaku para pelaku tidak terkendali hingga malam itu juga Putra, Toriq dan Lutfi membawa korban ke persawahan di Godong Gudo, dilokasi itu kemudian korban dirudapaksa.

Korban melawan dan menolak perbuatan keji Putran dan teman-temannya, namun pelaku malah memukuli korban korban hingga tak berdaya.

Korban dirudapaksa secara bergiliran oleh pelaku, perbuatan biada berulang-ulang dilakukan oleh pelaku di tengah sawah itu.

Setelah melampiaskan nafsu birahinya kemudian Putra merampas sepeda motor dan ponsel milik korban, kemudian berboncengan bertiga dengan korban dan Lutfi, sementara Toriq mengikuti dibelakang korban.

Setelah perjalanan sepanjang 12 km di Desa Tugu, Purwoasri, Kediri Putra dan Lutfi melemparkan korban ke dalam sungai, padahal saat itu korban masih hidup namun sudah tak berdaya.

Toriq menyaksikan ulah kedua temannya yang melempar tubuh korban ke sungai dengan tujuan menghilangkan jejak aksi mereka dan agar pelaku tidak dilaporkan korban ke polisi.

Putra kemudian menjual motor korban seharga Rp2,2 juta, sebagian uang Rp800 ribu sudah dihabiskan dan sisanya Rp1,4 disita petugas polisi.

Aksi itu akhirnya terbongkar setelah adanya penemuan mayat korban di Kanal Turi, Tunggorono Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Megalu Jombang, Selasa (11/2/2025) pukul 06:00 WIB pagi, korban mengenakan celana hitam dan sweater warna kuning. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *