KITAINDONESIASATU.COM – Kendaraan Listrik yang saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia membuat heboh. Pasalnya, di Korea Selatan mobil ramah lingkungan ini terbakar dan akhirnya membuat khawatir pengunanya karena banyak yang menjual kembali.
Kejadian kebakaran bermula tanggal 1 Agustus lalu yang melibatkan mobil listrik mewah, Mercedes-Benz tipe EQE, di sebuah parkir bawah tanah apartemen di Incheon. Saat kejadian, baterai listrik mobil tersebut diduga menjadi penyebabnya karena membuat banyak kendaraan lain yang juga ikut terbakar.
Akibat kebakaran mobil listrik itu, pemerintah Korea Selatan akhirnya telah setuju untuk mewajibkan produsen mobil untuk mengidentifikasi baterai yang digunakan dalam kendaraan listrik mereka. Sebelumnya beberapa perusahaan sudah secara sukarela mengumumkan merk dan jenis baterai yang dipakai.
Sebenarnya kendaraan listrik memiliki risiko kebakaran yang lebih rendah daripada mobil konvensional, dari beberapa data yang ada. Tetapi para ahli otomotif mengatakan kebakaran kendaraan listrik, sering kali berlangsung lebih lama dan lebih sulit dipadamkan karena cenderung menyala kembali.
Imbas dari kebakaran yang terjadi, warga Korea Selatan ramai-ramai kini menjual kembali mobil listrik yang sudah dibeli. Seri Mercedes-Benz EQE yang mencakup EQE 300 standar dan EQE 350+, model yang sama persis dengan yang terlibat dalam kebakaran, menjadi yang paling banyak dijual kembali. “Sejak kebakaran pada 1 Agustus, pasar telah dibanjiri dengan EV bekas,” tulis Strait Times yang dikutip, Senin (26/8).
“SK Car, platform perdagangan mobil bekas terbesar kedua di Korsel, melaporkan peningkatan sebesar 184% dalam daftar EV bekas pada minggu pertama Agustus dibandingkan dengan minggu terakhir Juli,” tambah berita tersebut.
Akibat hal ini harga kendaraan listrik mewah ini anjlok tajam. Sebelum kebakaran, model EQE bekas biasanya dijual kembali seharga 60 juta won (sekitar Rp698 juta) hingga 70 juta won. Namun kini, kendaraan tersebut dijual dengan harga serendah 59 juta won. (*)



