Arsad mengisyaratkan, mereka harus berasal dari dokter dan tenaga kesehatan di rumah sakit TNI/Polri. “Agar siap bertugas dalam situasi darurat,” kata dia.
Selain itu, calon petugas juga diharuskan untuk melampirkan surat kesehatan yang menunjukkan hasil Medical Check-Up (MCU) sebagai jaminan kondisi fisik mereka.
“Kami meminta MCU yang lengkap untuk memastikan kejadian di tahun 2024 tidak terulang,” tegasnya.
Arsad menambahkan bahwa mereka sedang mempersiapkan proses rekrutmen untuk tahun 1446 H/2025 M, terutama karena kuota petugas haji akan berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hal penting tahun depan adalah terbatasnya jumlah petugas haji. Meskipun akomodasi dan layanan baik, jika tidak didukung oleh jumlah petugas yang memadai, itu akan menjadi masalah,” imbuhnya.
Menurut Arsan, pihaknya akan mengumumkan jadwal seleksi, pada tanggal 4 November 2024, beberapa hari lagi.
Untuk seleksi ia menyebutkan akan dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota, provisin dan pusat, hingga pertengahan Desember 2024. (ape)***

