News

Militer Israel di Bawah Tekanan, Kegagalan Mengalahkan Hamas dan Tuduhan Kejahatan Perang

×

Militer Israel di Bawah Tekanan, Kegagalan Mengalahkan Hamas dan Tuduhan Kejahatan Perang

Sebarkan artikel ini
FotoJet 44
Serangan Israel abaikan orang-orang sipil

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang mantan jenderal Israel mengungkapkan bahwa militer Israel hingga saat ini belum berhasil mengalahkan Hamas.

Menurut laporan dari Israel Broadcasting Corporation (IBC), Isaac Brek menyatakan bahwa militer menghadapi tekanan berat, termasuk penolakan wajib militer oleh para prajurit.

Brek juga mengkritik penunjukan Yisrael Katz sebagai menteri pertahanan baru, menyebut Benjamin Netanyahu sebagai pengendali utama kebijakan pertahanan.

Di front utara, Brek mengakui bahwa meskipun Israel telah menyerang Hizbullah di Lebanon dengan intens, kelompok itu belum dapat dikalahkan.

Ia juga menyoroti keterbatasan operasi darat di Lebanon selatan, di mana pasukan Israel hanya mampu masuk sejauh tiga kilometer karena kurangnya kemampuan untuk melanjutkan operasi lebih dalam.

Serangan dari Hizbullah yang melibatkan roket, pesawat tak berawak, dan artileri terus membebani Israel, yang juga menghadapi ratusan serangan roket setiap hari.

Di Jalur Gaza, Brigade Al-Qassam dari Hamas melancarkan operasi besar, termasuk penghancuran tujuh kendaraan militer Israel.

Dalam rekaman yang dirilis, aksi ini melibatkan tank Merkava, buldoser, dan kendaraan lapis baja lainnya.

Ahli militer Fayez Al-Dweiri memuji keberanian para pejuang Palestina, bahkan dalam kondisi terluka, yang berhasil menargetkan kendaraan militer Israel secara langsung.

Serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 43.000 kematian, sebagian besar wanita dan anak-anak, serta ribuan lainnya terluka.

Israel juga menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional karena blokade dan serangan berkelanjutan yang menyebabkan krisis kemanusiaan, termasuk kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Laporan dari Komite Khusus PBB menyoroti penggunaan senjata canggih berbasis kecerdasan buatan oleh Israel yang dianggap mengabaikan kewajiban untuk melindungi warga sipil.

Upaya mediasi internasional untuk gencatan senjata sejauh ini belum berhasil.

Laporan PBB menekankan perlunya tanggung jawab internasional untuk menghentikan dukungan terhadap tindakan Israel, yang telah menciptakan krisis yang mengancam generasi mendatang di Gaza dan sekitarnya.- ***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *