KITAINDONESIASATU.COM– Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus diperkuat dari level akar rumput. Di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kelompok Tani Ternak Sapi Perah Baru Sireum menjalin kemitraan strategis dengan PT Tiara Agro Jaya untuk mengembangkan peternakan sapi perah secara berkelanjutan.
Direktur PT Tiara Agro Jaya sekaligus Ketua Kelompok Tani Baru Sireum, Mochamad Dwi Satriyo, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022 pihaknya telah bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) untuk membina enam kelompok ternak aktif. Lebih dari 200 peternak lokal terlibat dalam program ini.
“Kami memfasilitasi peternak agar dapat mandiri dalam mengembangkan sapi perah. Saat ini, produksi susu mencapai 3.000 liter per hari yang disalurkan ke Koperasi Unit Desa (KUD) Giri Tani untuk diproses di industri pengolahan susu,” ujarnya, Selasa, 15 Juli 2025.
Satriyo menuturkan, kelompok yang dipimpinnya merupakan kelanjutan dari perjuangan peternak generasi pertama sejak 1980. Kini, sebagai generasi kedua, ia bertekad melanjutkan semangat tersebut dengan fokus pada peningkatan produksi susu murni lokal, yang dijual sekitar Rp20 ribu per liter.
“Dulu kami memiliki 500 peternak aktif, kini tinggal 200 karena keterbatasan lahan dan pakan. Lahan kami hanya 8,3 hektare. Banyak kawasan hijau di pegunungan yang kini berubah fungsi menjadi villa dan hotel,” keluhnya.
Selain pengembangan peternakan, kelompok ini juga aktif dalam kegiatan sosial. Setiap bulan, mereka rutin menyalurkan tiga ton beras kepada anak yatim, lansia, dan kaum dhuafa bersama warga sekitar.
Di sisi lain, semangat pelestarian lingkungan pun tidak diabaikan. Pada awal 2025, kelompok ini menargetkan penanaman 8.076 pohon, menyusul 2.000 bibit lainnya yang masih menunggu jadwal tanam. Pembangunan embung sebagai serapan air juga direncanakan, didukung oleh fasilitas alam seperti area camping ground.
Satriyo pun mengapresiasi dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang dinilai sejalan dengan visi kelompok dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus ekosistem.
“Kami sangat berharap dapat menjadi binaan KLH. Dukungan ini penting bagi keberlangsungan peternakan rakyat dan ketahanan pangan nasional. Kami juga menaruh harapan besar pada program ketahanan pangan yang diusung Pak Prabowo,” tegasnya.



