KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan penataan Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain melakukan pembangunan di beberapa lokasi, mereka juga fokus untuk melakukan penghijauan dan pelepasan satwa demi menjaga ekosistem alam.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya terus bergerak untuk melakukan penataan IKN. PUPR juga fokus untuk penghijauan dan pelepasan satwa sebagai upaya guna menjaga ekosistem alam di IKN, Kalimantan Timur.
“Dengan demikian konsep forest city dan livable city dapat akan terus dapat kita wujudkan untuk IKN kita ke depan,” kata Basuki, yang dikutip Minggu (15/9).
Dikatakan Basuki, pembangunan embung di Ibu Kota Nusantara tidak hanya sebagai lanskap atau estetika (keindahan) sebuah kota modern, tetapi juga upaya konservasi sumber daya air.
“Kami juga melakukan pelepasan burung dan benih ikan di embung tersebut diharapkan dapat menjaga ekosistem alam di kawasan IKN agar tetap terawat dengan baik. Kami juga rencananya akan membangun sekitar 60 embung di KIPP” ujar Basuki.
Ditambahkan pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), embung MBH memiliki kapasitas tampung sekitar 66.000 meter kubik dengan kedalaman 5-6 meter yang berfungsi untuk menampung air hujan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
“Pembangunan embung-embung ini tidak menggali tanah, tetapi memanfaatkan riparian untuk menampung run off (limpasan air permukaan) sesuai dengan kontur tanah yang mengalir ke embung-embung,” kata Basuki.
Sebagai informasi, embung MBH menerapkan konsep Smart Water Management System dalam perawatan area terbuka hijau melalui penyiraman otomatis (sprinkler) yang menggunakan sensor pendeteksi kadar air, suhu, dan kelembaban. (*)

