News

Mentan Amran Sulaiman Bakal Polisikan Calo Pengadaan Barang yang Minta Jatah 20 Persen

×

Mentan Amran Sulaiman Bakal Polisikan Calo Pengadaan Barang yang Minta Jatah 20 Persen

Sebarkan artikel ini
images 6

KITAINDONESIASATU.COM – Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian mendapat perintah dari Menteri Amran Sulaiman untuk memeriksa pihak tertentu terkait kemungkinan calo atau broker pengadaan barang yang selama ini meminta fee 20 persen guna memperoleh kontrak.

“Sudah saya perintahkan ke Irjen untuk melaporkan ke aparat penegak hukum terkait laporan ada orang (calo/broker) yang menjanjikan kepada calon penyedia untuk memperoleh pengadaan di Kementan harus menyetor 15-20 persen dari nilai kontrak,” ujar Amran, yang dikutip Minggu (8/9).

Dikatakan Amran, pihaknya menolak segala bentuk kecurangan yang merusak nama baik lembaga dan berjanji akan mencopot siapapun pejabat yang terlibat. Ia tak ingin praktik kotor malah membuat petani pusing dalam meningkatkan produksi di tengah kekeringan panjang.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Datangi Lokasi Pengungsi Banjir di Makassar

“Sekali lagi saya telah memerintahkan Irjen untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait atas pemberitaan tersebut,” tegas Amran.

Menurut Amran, Inspektur Jenderal Kementan Komjen Setyo Budiyanto mengaku siap melakukan bersih-bersih di lingkup Kementan. Salah satunya dengan memeriksa tindakan melanggar hukum atau perbuatan lain yang merugikan pembangunan pertanian nasional.

“Saya berprinsip bahwa untuk memberantas korupsi, akan lebih efektif jika dengan melakukan penindakan. Melaporkan calo pengadaan di lingkungan Kementan kepada aparat penegak hukum merupakan bagian penindakan dengan harapan memberikan shock terapy kepada yang lain. Kita perlu mengembalikan kepercayaan publik pasca badai kasus hukum di KPK,” tegas Amran.

Baca Juga  Hujan Angin Terjang Madiun, Pohon Besar Tumbang ke Jalan Raya Madiun-Surabaya

Penegasan tersebut bukan hal baru bagi Amran, karena sebelumnya, ia juga pernah memproses demosi dan mutasi lebih dari 1.500 pegawai yang bermasalah dan mempolisikan 700 mafia pangan. Saat itu, Amran berhasil membersihkan internal Kementan dari korupsi dan menjaga integritas pejabat.

Amran juga pernah mencopot lima pejabat Direktorat Jenderal, mulai dari dirjen sampai empat direktur. Hasilnya, pada periode 2014-2019, Amran Sulaiman membawa Indonesia mencapai tiga kali swasembada pangan yaitu pada tahun 2017, 2019 dan 2020. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *