Menpora juga mengungkapkan bahwa Jakabaring memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat berbagai event, terutama karena wilayahnya yang terkontrol dan fasilitas wisma atlet yang sudah tersedia.
“Saya dulu juga pernah menginap di wisma atlet. Kondisi ini memungkinkan para atlet fokus penuh selama bertanding,” kata Dito.
Pemerintah, lanjut Dito, kini sedang melakukan identifikasi terhadap seluruh venue yang dibangun untuk Asian Games dan PON, untuk menentukan prioritas pemanfaatannya.
“Jakabaring menjadi fokus utama, mengingat potensi besar yang dimiliki. Bahkan, ada rencana untuk membangun Golf Course di kawasan ini guna menarik lebih banyak perhatian dan meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Dito menegaskan bahwa Jakabaring Sport City harus menjadi pusat penyelenggaraan event, setidaknya dalam skala nasional, dengan target untuk lebih banyak menggelar event internasional ke depannya. (Dimas/aps)


