KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan mulai meninjau ulang pemberian subsidi listrik kepada masyarakat. Namun, ia memastikan langkah ini bukan berarti harga listrik akan dinaikkan, melainkan dengan mencari teknologi baru yang mampu menghasilkan listrik dengan biaya lebih murah.
Kerja Sama dengan Kementerian ESDM
Dalam tayangan kanal YouTube Kompas TV pada 20 September 2025, Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan bekerja sama dengan Kementerian ESDM. Nantinya, ESDM akan menghitung besaran anggaran negara yang digunakan untuk memproduksi listrik. Hasil perhitungan tersebut akan menjadi acuan bagi Kemenkeu dalam menentukan potensi investasi di sektor energi.
“Say abukan yang hitung, jadi nanti Kementerian ESDM yang ngitung, tapi kalau saya nanti kalau disuruh ngitung kan pertama ada pembiayaan sedikit kan awalnya, pasti ada investasi. Kita akan hitung ulang itu,” ujar Purbaya.
Siap Investasi Besar Demi Listrik Murah
Purbaya menegaskan, jika ada teknologi yang benar-benar mampu menekan biaya produksi listrik dalam jangka panjang, pemerintah tidak akan ragu untuk menggelontorkan anggaran besar.
“Kalau investasi besar, tapi betul-betul menghasilkan begitu jadi listrik yang lebih murah yang bisa mengurangi subsidi dalam beberapa puluh tahun ke depan. Itu saya gak akan ragu membiayainya,” tandasnya.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat mengurangi beban subsidi listrik tanpa memberatkan rakyat, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan. (*)



