News

Menkeu Purbaya Nilai Penghematan Uang Negara Tak Ada Gunanya, Soroti Pajak Daerah yang Membebani Rakyat

×

Menkeu Purbaya Nilai Penghematan Uang Negara Tak Ada Gunanya, Soroti Pajak Daerah yang Membebani Rakyat

Sebarkan artikel ini
Menkeu Purbaya Nilai Penghematan Uang Negara Tak Ada Gunanya, Soroti Pajak Daerah yang Membebani Rakyat
Menkeu Purbaya Nilai Penghematan Uang Negara Tak Ada Gunanya, Soroti Pajak Daerah yang Membebani Rakyat

KITAINDONESAISATU.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mencuri perhatian setelah menyinggung soal kebijakan penghematan anggaran negara. Menurutnya, praktik tersebut justru berdampak negatif di lapangan karena membuat pajak daerah meningkat tajam dan akhirnya membebani masyarakat.

Hal ini ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Kompas TV pada 20 September 2025. Purbaya mengaku memperhatikan aspirasi rakyat yang mengeluhkan kenaikan pajak, terutama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang disebut naik hingga ratusan bahkan ribuan persen. 

“Tapi begini, itu kan ada aspirasi masyarakat yang Anda lihat kan daerah-daerah terpaksa meninggikan pajak PBB dan lain yang amat tinggi sekali, sehingga menimbulkan instability,” ujarnya.

Melihat keresahan itu, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah lebih baik memberikan tambahan dana ke daerah agar masyarakat tidak semakin terbebani. “Jadi dalam hal itu kita setuju untuk mengurangi keresahan masyarakat dengan memberi tambahan uang ke daerah supaya daerah punya cukup uang untuk membangun atau menjalankan programnya, sehingga tadi kerentanan-kerentanan tadi bisa direndahkan sedikit,” ungkapnya.

Lebih jauh, Purbaya menilai penghematan uang negara tidak membawa manfaat apa pun jika justru memicu keributan. Ia menegaskan bahwa stabilitas jauh lebih penting dibanding sekadar mengurangi pengeluaran. 

“Jadi kita enggak ada gunanya menghemat uang kalau keributan di mana-mana, kita gak bisa ngebangun, ini sepertinya rugi tapi sedikit nanti untungnya banyak ketika ekonomi stabil,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *