KITAINDONESIASATU.COM – Dua bulan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) harga dua komoditas yaitu minyak goreng dan bawang putih masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dari data Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, harga minyak goreng sejak sepekan terakhir mengalami fluktuasi harga, terakhir berada di kisaran harga Rp 17.833 untuk kemasan satu kilo, sedangkan harga komoditas bawang putih juga terpantau masih tinggi dikisaran harga Rp 39.875 perkilogram.
“Komoditi yang naik di Kabupaten Bekasi harganya yang masih diatas HET itu ada dua komoditi, pertama minyak goreng, yang kedua bawang putih. Nah yang lainnya masih aman terkendali ya, artinya masih sama dengan harga HET atau dibawah harga HET,” ujar Helmi Yenti Kabid Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Gapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Selasa 29 Oktober 2024.
Sehingga dua komoditas tersebut juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Hal itu sesuai dengan arahan Menteri Perdagangan dalam rapat koordinasi Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar berfokus kepada komoditi yang harganya masih berada diatas HET, seperti minyak goreng dan bawang putih.
“Tadi rapat TPID, ya arahan dari Pak Menteri bahwa yang jadi komoditi yang hanya sektor masih tinggi pertama minya goreng sama bawang putih, juga ada daging ayam ras sama telur,” jelasnya.
Helmi Yenti menyebut, pada bulan September 2024 Kabupaten Bekasi sempat mengalami deflasi, artinya pasokan barang masuk terlalu banyak sementara permintaan pasar tetap stabil. Sehingga kata Helmi Yenti harga barang-barang pun mengalami penurunan yang drastis.
“Kalo Inflasi itu terbalik, artinya harga naik dikarenakan permintaan naik namun ketersediaan barang tetap atau kurang,” ungkapnya.
Dirinya mengungkap, kondisi saat ini Kabupaten Bekasi berada pada Indeks Perubahan Harga (IPH) masih terbilang dalam posisi aman, dalam dua pekan terakhir IPH Kabupaten Bekasi berada di angka 0,74.

