KITAINDONESIASATU.COM – Desa Sawinggrai merupakan salah satu destinasi unggulan di Distrik Meos Mansar, Raja Ampat, Papua Barat.
Selain Arborek, desa ini menjadi salah satu desa yang paling dikenal di wilayah tersebut. Dengan jumlah penduduk sekitar 36 keluarga, Sawinggrai memiliki daya tarik utama berupa keanekaragaman burung Cenderawasih, burung khas Papua yang juga dikenal sebagai “burung surga”.
Salah satu spesies paling ikonik yang dapat ditemukan di desa ini adalah Cenderawasih Merah, yang menjadi simbol khusus bagi Desa Sawinggrai.
Selain itu, desa ini juga menjadi habitat bagi tiga jenis Cenderawasih lainnya, yaitu Cenderawasih Wilson, Cenderawasih Kecil, dan Cenderawasih Besar.
Keunikan lain dari burung-burung ini adalah kemampuannya dalam melakukan gerakan menyerupai tarian yang menarik perhatian wisatawan dan peneliti burung dari berbagai belahan dunia.
Fasilitas dan Kuliner
Meskipun menjadi destinasi wisata yang menarik, Desa Sawinggrai tidak memiliki restoran maupun warung makan.
Para pengunjung yang datang ke desa ini perlu mempersiapkan kebutuhan makanan mereka terlebih dahulu.
Alternatifnya, wisatawan bisa membeli bahan makanan di Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, atau di Sorong yang memiliki lebih banyak variasi makanan.
Jika Anda menginginkan pilihan kuliner yang lebih beragam, termasuk selain makanan laut, maka perjalanan ke Sorong menjadi pilihan terbaik.
Musim Terbaik untuk Berkunjung
Untuk wisatawan yang ingin menyaksikan tarian burung Cenderawasih, sebaiknya datang pada waktu yang tepat.
Burung-burung ini biasanya aktif menari di pagi atau sore hari. Namun, disarankan untuk menghindari kunjungan antara bulan Desember hingga Februari, karena pada periode ini burung-burung sedang bertelur dan cenderung kurang aktif dalam menampilkan tarian khasnya.
Cara Menuju Desa Sawinggrai
Desa Sawinggrai terletak di Distrik Meos Mansar, Raja Ampat. Perjalanan menuju desa ini paling mudah dimulai dari Kota Sorong.
Beberapa maskapai penerbangan menyediakan rute dari Jakarta dan Makassar ke Sorong, sehingga wisatawan dari berbagai daerah dapat menjangkaunya dengan cukup mudah.
Bagi yang memilih jalur laut, terdapat beberapa kapal yang melayani perjalanan ke Pelabuhan Sorong, seperti KM Dorolonda, KM Labobar, KM Gunung Dempo, KM Sinabung, dan KM Tatamailau.
Setelah tiba di Sorong, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan perahu motor dari Pelabuhan Perikanan Sorong menuju Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat.
Dari Waisai, perjalanan berlanjut dengan menggunakan longboat menuju Desa Sawinggrai.
Setibanya di Desa Sawinggrai, wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas menarik, terutama mengamati burung Cenderawasih di habitat aslinya.
Untuk mencapai lokasi pengamatan burung, pengunjung harus mendaki Bukit Manjai yang terletak di belakang desa.
Pendakian ini memakan waktu sekitar 30 menit, tetapi setibanya di puncak, wisatawan akan disuguhi pemandangan spektakuler serta kesempatan melihat langsung burung Cenderawasih yang menari di antara pepohonan.
Selain pengamatan burung, desa ini juga memiliki lokasi budidaya ikan yang dapat dikunjungi wisatawan. Untuk mencapai lokasi ini, perjalanan cukup mudah karena hanya berjarak sekitar 100 meter dari dermaga desa.
Dengan keindahan alam yang masih alami serta pesona unik burung Cenderawasih yang sulit ditemukan di tempat lain, Desa Sawinggrai menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi pencinta alam dan penggemar fotografi satwa liar.- ***


