WHO telah menurunkan tim ahli ke area terdampak untuk membantu mengatasi merebaknya demam berdarah akibat virus berbahaya tersebut, berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Jumat malam.
Sebagai catatan, WHO sebelumnya juga pernah mengonfirmasi adanya wabah virus Marburg di Tanzania yang menyebabkan delapan orang meninggal dunia, dengan peringatan bahwa risiko penyebaran di negara tersebut dan wilayah sekitarnya tergolong “tinggi”.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan melalui akun X bahwa saat ini terdapat sembilan kasus yang teridentifikasi, delapan di antaranya berakhir dengan kematian.
Ia menambahkan bahwa jumlah kasus kemungkinan bertambah dalam beberapa hari ke depan seiring peningkatan pemantauan penyakit.
“WHO telah memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Tanzania serta masyarakat yang terdampak,” ujarnya.***


