KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyampaikan bahwa pemerintah berencana untuk menambah jumlah tenaga pendamping desa guna memperkuat kemajuan desa.
“Jumlah tenaga pendamping desa saat ini masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah total desa di Indonesia,” kata Yandri sebagaimana dikutip Minggu 29 Desember 2024.
Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 75 ribu desa, sementara jumlah tenaga pendamping desa hanya mencapai 35 ribu orang.
“Artinya, masih ada kekurangan sekitar 41 ribu tenaga pendamping desa jika dihitung dengan asumsi satu desa membutuhkan satu pendamping,” tambahnya.
Yandri mengungkapkan bahwa penambahan tenaga pendamping desa masih dalam tahap perencanaan, khususnya terkait alokasi anggaran. Pasalnya, saat ini Kemendes menghadapi keterbatasan dana.
“Saat ini kami masih mempersiapkan anggaran karena membutuhkan dana yang cukup besar untuk menggaji tenaga pendamping desa tambahan,” ujarnya.
Selain itu, Yandri juga menjelaskan bahwa program ketahanan pangan dan Astacita tengah diupayakan untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendamping desa serta program pendampingan desa.
“Dengan penambahan jumlah tenaga pendamping desa, kami berharap dapat mengoptimalkan program BUMDes di desa-desa,” ucap Yandri.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya mendorong kemajuan desa, salah satunya melalui penguatan tenaga pendamping desa dan penerapan aturan penggunaan dana desa. Setidaknya 20 persen dari alokasi dana desa dapat digunakan untuk program ketahanan pangan.


