Dengan menjadikan IKN sebagai episentrum kegiatan keagamaan, Indonesia tidak hanya memperkuat citra sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, tetapi juga memposisikan ibu kota baru sebagai pusat gravitasi peradaban Islam di kawasan.
“Inilah Istiqlal Nusantara menjadi mediator Islam Asia Tenggara,” tegas Nasaruddin, menegaskan bahwa dari IKN, Indonesia akan terus memancarkan nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan membangun peradaban.***



