KITAINDOENSIASATU.COM – Memasuki bulan Rabiul Awal 1446 Hijriah, yang tahun 2024 jatuh pada 5 September, beberapa daerah di Banten menggelar tradisi panjang mulud. Tradisi ini untuk memeringati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini juga tak lepas dari sejarah Kesultanan Banten.
Masyarakat Banten menyebut definisi dari panjang adalah tempat untuk menyimpan telur dan berkatnya. Sementara mulud adalah nama bulan yang disandarkan kepada bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ada juga pengertian panjang mulud yaitu arak-arakan dan iring-iringan berkat dan telur yang memanjang dan biasa diperingati pada bulan mulud. Kemudian juga ada yang menyebutnya pajangan yang terdiri dari berkat, telur yang terkait Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pada masa Pangeran Ratu atau Sultan Abdul Kadir Kanari bin Maulana Muhammad, Banten sudah memiliki hubungan bilateral dengan Mekkah. Pada masa itu, Abdul Kadir Kanari mengirim utusan beberapa pembesar istana Kesultanan Banten ke Mekkah. Utusan ini dipimpin oleh Lebe Panji, Tisnajaya, dan Wangsaraja. Dalam rombongan tersebut, ikut pula Pangeran Pekik, anak sultan.
Utusan tersebut membawa pesan untuk mohon arahan dan bahasan tentang tiga buah kitab yaitu; Kitab Markum, kitab Muntahi, dan kitab Wujudiah. Abdul Kadir Kanari juga meminta agar Sultan Syarief Jahed di Mekkah juga bisa mengirimkan ahli agama ke Banten. Sultan Abdul Kadir merupakan sosok pemimpin yang juga gemar ilmu agama. Salah satu kitab karangannya berjudul Insan Kamil dicuri Snouck Hurgronje.
Selain membawa pesan, rombongan juga membawa hadiah berupa cengkeh, pala dan kasturi.Setelah sekian lama di Mekkah, rombongan pulang ke Banten dengan disambut upacara kebesaran kenegaraan.

