KITAINDONESIASATU.COM – Kibat hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Ponorogo Kamis (15/5/2025) memicu terjadinya tanah longso di wilayah Kabupaten Ponorogo.
Dua peristiwa tanah longsor di lokasi yang berbeda di wilayah Kecamatan Ngrayun dan Kecamatan Sambit terjadi hingga menjebol rumah warga di wilayah dua kecamatan itu.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun material longsoran tanah sempat menjebol tembok rumah warga hingga material longsor masuk ke dalam rumah.
Dua kejadian itu terjadi pada pukul 18:30 WIB terjadi di Dukuh Ngandel RT 04 RW 03, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, longosoran material setinggi 3 meter dengan panjang 9 meter menerjang rumah Giyanto warga setempat.
Peristiwa itu mengejutkan anggota keluarganya saat itu sedang berkumpul di ruang depan rumah yang mendengar suara gemuruh dari arah belakang, yang diketahui berasal dari dapur rumah mereka.
Menurut Pj Desa Persiapan Ngandel, Barni mengatakan jika di wilayahnya sejak pukul 16:00 WIB terus diguyur hujan dengan intensitas cukup deras, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari belakang rumah, kemudian seluruh penghuni rumah berlari ke depan untuk menyelamatkan diri.
Seperti dilansir media lokal Ponorogo gemasuryafm.com keluarga Barni saat ini terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya, karena merasa takut terjadinya longsoran susulan yang terjadi lagi.
Terkait peristiwa ini pihak desa juga telah melaporkan ke kantor kecamatan dan ke BPBD Ponorogo, sementara upaya kerja bakti akan dilaksanakan jika kondisi sudah dinyatakan aman.
Sementara dihari yang bersamaan sekitar pukul 18:00 WIB longsor juga terjadi di Dukuh Talun, Desa Jrakah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, peristiwa terjadi dalam waktu hampir bersamaan.
Kepala Desa Jrakah, Sambit, Juari mengatakan bahwa peristiwa longsor yang terjadi menimpa rumah salah satu warganya bernama Sainem yang diterjang tanah longsor di bagian dapur.
Dikatakan peristiwa itu terjadi akibat adanya guyuran hujan deras yang menimpa desa itu, namun tiga orang penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.
Keluarga korban Ny Sainem selamat dari peristiwa itu, sementara keluagranya masih tetap menempati rumah dan tidak perlu mengungsi ke tempat yang lain.
Sementara untuk upaya kerjabakti dari peristiwa ini, juga masih menunggu instruksi karena takut terjadinya longsor, untuk itu uapaya pembersihan dilakukan setelah situasinya benar-benar aman. **



