KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta tambahan anggaran Rp48,4 triliun. Uang sebanyak itu bakal digunakan untuk membangun 3 juta rumah per tahun, seperti amanah Presiden Prabowo Subianto.
Pengajuan yang disampaikan Ara, panggilan Maruarar Sirait karena anggaran yang didapat untuk 2025 hanya Rp5,1 triliun. Untuk itu ia meminta ke Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menambah anggaran agar programnya bisa berjalan dengan baik.
“Sedangkan berdasarkan usulan Satgas Perumahan kebutuhan dana pembangunan rumah Rp53,6 triliun. Sehingga ada kebutuhan tambahan anggaran sekitar Rp48,4 triliun. Kami berharap dukungan Kemenkeu dalam penganggaran Kementerian PKP,” kata Ara, yang dikutip Minggu (17/11).
Selain meminta dana segar ke Sri Mulyani, Ara juga mengaku butuh bantuan sumber daya manusia (SDM). Karena itu ia berharap Kemenkeu bisa menempatkan pegawai yang kompeten untuk menduduki jabatan di Kementerian PKP.
“Bantuan tenaga pegawai Kemenkeu dibutuhkan agar program perumahan yang sudah direncanakan bisa terkoordinasi dengan baik. Kami juga berharap dukungan pengawasan dari Kementerian Keuangan,” ujar Ara.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan terhadap Kementerian PKP. Ia mencontohkan dukungan ini untuk program perumahan pro-rakyat berbentuk 3 juta rumah.
“Kami memberikan dukungan terhadap program Kementerian PKP. Namun, kami akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai kebutuhan anggaran yang diperlukan,” jelas Suahasil. (*)

