KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengajak sejumlah konglomerat di Indonesia untuk ikut andil dalam pemerintahan Presiden Prabowo. Di mana mereka diajak berpartisipasi dalam program pembangunan 3 juta rumah yang kini tengah digencarkan.
“Saya sudah undang empat partner saya, kebetulan kami membangun Hotel Nusantara di IKN, ada dari Agung Sedayu, Pak Aguan, ada Pak Prajogo dari Barito, ada Pak Boy Thohir dari Adaro, ada Pak Franky dari Sinar Mas, untuk bergotong royong,” ujar pria yang akrab disapa Ara yang dikutip, Kamis (31/10).
Dikatakan Ara, langkah gotong royong itu akan dimulai dengan ground breaking pembangunan rumah di Tangerang pada 10 November mendatang. Tanahnya seluas 2,5 hektare yang disumbangkan oleh Ara, sedangkan pembangunan akan dilakukan oleh Agung Sedayu.
“Ini enggak menggunakan uang negara, tanahnya dari swasta, yang bangun swasta. Nanti kita lihat bagaimana diserahkan kepada rakyat,” imbuhnya.
Menurut Ara, skema pembangunan 3 juta rumah bisa bermacam-macam. Bisa tanahnya berasal dari swasta dan dibangun oleh swasta seperti yang akan groundbreaking pada November. Kemudian bisa juga tanahnya berasal dari tanah sitaan dan dibangun swasta.
“Modelnya beda-beda. Jadi bisa tanahnya itu dari tanah sitaan, bisa tanah dari milik negara. Ya, itu kita akan bicarakan. Nanti masuknya ke dirjen kekayaan negara dulu,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengonfirmasi, program pembangunan 3 juta rumah yang akan dijalankan pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan menjadi target tahunan. “Ternyata setelah dipelajari bukan 3 juta (rumah) per periode. Kita mau bikin 3 juta setahun, jadi 5 tahun total 15 juta,” kata Hashim.
Hashim menilai, program 3 juta rumah tersebut dapat mengatasi isu backlog atau kondisi kesenjangan antara jumlah rumah yang terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu program ini memberikan akses perumahan murah bagi masyarakat dan menggerakan ekonomi. (*)
