Ia menjelaskan, kejadian pertama kali dilaporkan sekitar pukul 14.00 WIB pada Selasa (28/10/2025) ketika tujuh siswa harus dilarikan ke Puskesmas Cibodas. Tak lama berselang, jumlah korban meningkat tajam karena semakin banyak siswa yang menunjukkan gejala serupa.
Sebagian besar korban dirawat di Puskesmas Cibodas, sementara pasien dengan kondisi lebih berat dirujuk ke fasilitas kesehatan lain seperti Klinik Sespim dan RSUD Lembang.
Hingga pukul 01.00 WIB, tercatat 18 orang masih dirawat di RSUD Lembang, 8 orang di Klinik Sespim, dan 2 orang di Puskesmas Cibodas, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang.
Tak hanya para siswa, sejumlah guru yang sempat mencicipi makanan MBG juga mengalami gejala keracunan dan sempat menjalani perawatan di posko darurat Desa Cibodas serta fasilitas kesehatan sekitar.
Untuk mengungkap penyebab pasti, tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes KBB telah mengambil sampel makanan MBG untuk diperiksa lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan di lapangan, menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, bola-bola ayam, tempe goreng, dan tumis sayur berisi wortel, kembang kol, serta jagung muda.

