News

Main Sore Berujung Duka, Anak 9 Tahun Tenggelam di Embung Jakarta Timur

×

Main Sore Berujung Duka, Anak 9 Tahun Tenggelam di Embung Jakarta Timur

Sebarkan artikel ini
ilustrasitenggelam
Ilustrasi bocah tenggelam (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi memilukan mengguncang warga Jakarta Timur. Seorang bocah laki-laki berinisial MIR (9) ditemukan tewas setelah tenggelam di Embung Sejuk, Kecamatan Cipayung, Minggu (15/2) sore.

Peristiwa itu terjadi saat korban bermain di sekitar waduk bersama teman-temannya. Diduga kuat, MIR tidak mampu berenang sehingga tak sempat menyelamatkan diri ketika masuk ke air.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko menjelaskan, teman-teman korban awalnya naik ke daratan dan menyadari MIR tidak terlihat. Mereka kemudian panik dan meminta bantuan warga sekitar.

Baca Juga  KPK Sita Mobil Hyundai Palisade Rp1 Miliar dari Rekan Anggota DPR Heri Gunawan dalam Kasus Korupsi CSR BI-OJK

Warga yang mendengar kabar tersebut langsung berbondong-bondong melakukan pencarian. Setelah proses pencarian beberapa jam, tubuh korban akhirnya ditemukan, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Polisi memastikan kejadian ini merupakan kecelakaan murni. Tidak ada unsur dorongan ataupun kesengajaan dari teman-teman korban.

Menurut keterangan, anak-anak memang kerap bermain dan berenang di lokasi tersebut. Korban yang tidak bisa berenang diduga tenggelam saat ikut bermain di air.

Usai dievakuasi, orang tua sempat membawa MIR ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan meski sudah ditangani tenaga kesehatan. Pihak keluarga juga telah membuat pernyataan tidak menuntut siapa pun atas kejadian tersebut.

Baca Juga  Keutamaan Salat Tarawih Malam Kedelapan: Mendapatkan Anugerah Seperti Nabi Ibrahim AS

Salah satu saksi, N (48), menuturkan sebelum kejadian korban sempat mengajak seorang anak lain bermain sekitar pukul 14.00 WIB. Namun ajakan itu tidak diikuti karena anak tersebut masih tertidur, dan rombongan akhirnya pergi ke waduk.

Warga kini berharap pemerintah setempat meningkatkan pengawasan di area embung, termasuk memasang papan peringatan agar anak-anak tidak berenang di lokasi berbahaya.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih waspada mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya di area perairan terbuka yang berisiko tinggi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *