KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi mengejutkan mengguncang lokasi pembuangan sampah terbesar di wilayah Jabodetabek. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terpaksa menutup sementara TPST Bantargebang setelah terjadi longsor besar di area Zona 4 pada Minggu (8/3/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan penutupan total zona tersebut dilakukan demi mempercepat proses evakuasi korban yang tertimbun longsoran sampah.
“Zona 4 saat ini kami tutup total untuk proses evakuasi,” ujar Asep, Senin (9/3).
Penutupan ini berpotensi memicu tekanan besar pada sistem pengelolaan sampah ibu kota. Pasalnya, setiap hari TPST Bantargebang menerima sekitar 7.300 hingga 7.500 ton sampah dari Jakarta dengan lebih dari 1.200 rit truk pengangkut.
Untuk mencegah penumpukan sampah di ibu kota, Pemprov DKI kini berpacu dengan waktu mencari alternatif titik pembuangan di zona lain. Di saat yang sama, pemerintah juga berharap fasilitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan bisa segera dioperasikan guna mengurangi beban yang sementara ini menumpuk.
Insiden longsor ini langsung memicu operasi tanggap darurat besar-besaran. Sejumlah instansi dikerahkan untuk melakukan pencarian korban dan menstabilkan area yang terdampak, termasuk BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Kodam Jaya, serta aparat kepolisian dan pemadam kebakaran setempat.
Menurut Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, tragedi ini menelan korban jiwa. Empat orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Enda Widayanti (25), Sumini (60), Dedi Sutrisno (22), dan Iwan Supriyatin (40).
“Dua orang berhasil selamat, sementara empat korban ditemukan meninggal dunia. Tim masih terus melakukan pencarian karena diduga masih ada korban lain yang tertimbun longsoran sampah,” ungkapnya.
Proses evakuasi hingga kini masih berlangsung di lokasi longsor, sementara pemerintah berupaya keras memastikan pengelolaan sampah Jakarta tetap berjalan agar tidak memicu krisis baru di ibu kota. (*)


