Dani Ramdani mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari RW setempat, longsor terjadi pada dini hari saat sebagian besar warga sedang beristirahat.
Dua rumah yang terdampak adalah milik Taufik Hidayat dan Tedi Firmansyah, masing-masing dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) dengan total sembilan jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Pasirwangi dan Malangbong
Di Kecamatan Pasirwangi, longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Kampung Cigadog, Desa Padamukti.
Camat Pasirwang Bambang Rudijanto, melaporkan bahwa longsor disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam.
Akibatnya, Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 20 meter dengan tinggi 2 meter ambruk, dan dua unit rumah terancam jika terjadi longsor susulan. Meskipun kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Selain kerusakan pada TPT, ada dua unit rumah yang terancam apabila terjadi longsor susulan,” ujar Bambang.
Pihak kecamatan telah melakukan beberapa langkah tanggap darurat, termasuk pembersihan material longsor yang mendekati rumah terancam, pemadatan material TPT yang ambruk, serta koordinasi dengan ketua RT, ketua RW, dan warga setempat untuk terus memantau pergerakan tanah.
Sementara di Kecamatan Malangbong, longsor terjadi di Kampung Karanganyar, Desa Mekarmulya sekitar pukul 05.00 WIB.



