KITAINDONESIASATU.COM– Peristiwa longsornya Jalan Saleh Danasasmita di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, baru-baru ini mengakibatkan dampak signifikan pada aksesibilitas warga.
Longsor ini telah menyebabkan jalur alternatif di wilayah tersebut mengalami kemacetan parah setiap harinya. Situasi ini mendorong Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Benninu Argoebie, untuk mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor serta aparat terkait melakukan investigasi mendalam terhadap penyebab insiden tersebut.
“Longsornya tembok penahan tanah (TPT) di area ini menunjukkan indikasi adanya kesalahan dalam perencanaan atau pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan,” papar Benninu kepada awak media saat konferensi pers pada Selasa 11 Maret 2025 kemarin.
Ia melanjutkan, “Melihat ambruknya TPT, seharusnya dengan curah hujan yang tinggi hanya menyebabkan longsor di pinggirannya saja, bukan pada jalan utama.”
Dengan tegas, Benninu yang juga menjabat sebagai ketua DPD NasDem Kota Bogor menyebutkan bahwa jalan tersebut seharusnya tidak mengalami kerusakan parah, terutama jika TPT tersebut dibangun dengan standar yang memadai.
“Kondisi retakan pada TPT sangat dalam dan banyak. Apabila hujan yang terjadi tak berlangsung lama, bangunan harusnya tetap kuat. Ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ada pengurangan volume batu, ataukah ada kesalahan pada tahap perencanaan? Mengingat TPT ini sangat tinggi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kejadian di Batutulis ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi setiap proyek fisik di Kota Bogor di masa mendatang.



