KITAINDONESIASATU.COM – Menghadapi momentum Basarnas Lebaran 2026, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Mohammad Syafii menghadiri rapat tingkat menteri yang membahas kesiapan nasional jelang Hari Raya dan libur Idul Fitri 1447 H/2026.
Agenda strategis tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno di Jakarta, dengan fokus utama memastikan arus mudik Idul Fitri berjalan aman dan terkendali.
Dalam forum itu, Basarnas Lebaran 2026 menegaskan kesiapan melalui pelaksanaan Siaga SAR Khusus yang akan berlangsung selama 18 hari penuh, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Langkah ini dirancang untuk menjamin layanan pencarian dan pertolongan tetap optimal selama periode dengan mobilitas masyarakat tertinggi dalam setahun, terutama pada fase arus mudik Idul Fitri dan arus balik.
Kondisi musim hujan yang masih mendominasi di berbagai wilayah menjadi perhatian penting dalam strategi Basarnas Lebaran 2026. Cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, longsor, hingga gelombang tinggi.
Situasi ini juga beririsan dengan meningkatnya risiko kecelakaan pada arus mudik Idul Fitri, baik di jalur darat, laut, udara, maupun perkeretaapian.


