KITAINDONESIASATU.COM – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan taringnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat 18 kecamatan diterjang banjir dan longsor akibat lonjakan curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Hujan yang turun tanpa henti memicu bencana beruntun, membuat ratusan rumah warga terendam dan infrastruktur rusak parah.
Kepala BPBD Lebak, Sukanta, mengungkapkan bahwa wilayah terdampak tersebar di 11 kecamatan, 42 desa, dan 53 titik lokasi. Meski banjir di sejumlah daerah mulai berangsur surut, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Sejak Kamis (15/1) dini hari hingga siang, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang kembali mengguyur, memperbesar potensi bencana susulan.
BPBD pun mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu bisa memicu banjir dan longsor baru. Dalam lima hari terakhir, tercatat 575 rumah terendam banjir, 34 rumah dan akses jalan rusak, serta satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
“Kami masih melakukan estimasi dan pendataan kerugian,” ujar Sukanta.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi, menyebutkan 12 titik ruas jalan terdampak longsor, dengan delapan titik sudah ditangani dan empat titik lainnya masih menunggu penanganan. Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Panggarangan, Sobang, Bayah, Cikoret Muara Dua, serta Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cikulur, tepatnya di ruas jalan Sampay–Cileles.
“Hingga kini kami masih melakukan survei lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang paling tepat,” pungkas Dade. (*)



