KITAINDONESIASATU.COM – Para tenaga medis di seluruh India melakukan mogok kerja selama 24 jam.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pemerkosaan dan pembunuhan seorang dokter di Kolkata. Lebih dari 1 juta dokter diperkirakan ikut serta dalam aksi yang berlangsung pada Sabtu, 17 Agustus 2024.
Akibat dari semua itu, layanan medis di negara dengan populasi terbanyak di dunia ini terganggu.
Mogok kerja ini dimulai pukul 6 pagi waktu setempat, memaksa rumah sakit untuk membatasi layanan hanya pada kasus darurat, sementara prosedur medis non-darurat dan konsultasi rawat jalan dihentikan.
Departemen gawat darurat di rumah sakit tetap beroperasi dengan staf yang tersedia.
Di RG Kar Medical College, tempat kejadian berlangsung, polisi terlihat berjaga-jaga sementara area rumah sakit tampak sepi.
Mamata Banerjee, kepala menteri Benggala Barat, mendukung protes ini dan menuntut agar penyelidikan dipercepat serta pelaku dihukum seberat-beratnya.
Banyak klinik swasta dan pusat diagnostik di Kolkata tutup. Dokter di berbagai kota seperti Bhubaneswar dan Cuttack berusaha menangani pasien dalam keadaan darurat, sementara sebagian pasien yang tidak mengetahui adanya mogok terpaksa pulang tanpa mendapatkan perawatan.
Protes ini dipicu oleh meningkatnya kekerasan terhadap perempuan di India, yang dianggap tidak dapat dicegah oleh hukum yang ada.
Presiden Asosiasi Medis India (IMA) menyatakan bahwa banyak tenaga medis perempuan merasa tidak aman, dan aksi mogok ini merupakan bentuk tuntutan mereka atas keamanan yang lebih baik.
Protes damai yang dimulai sejak 9 Agustus ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk partai politik dan selebriti.- ***
Sumber: The Guardian



