KITAINDDONESIASATU.COM – Pemimpin kediktatoran Chavista (sosialis) di Venezuela, Nicolás Maduro, mengumumkan minggu ini dimulainya masa Natal di negara tersebut sebagaimana ditetapkan oleh rezimnya dan meskipun ada penolakan keras dari Konferensi Uskup Venezuela.
Maduro, di tengah-tengah program yang disiarkan secara nasional di saluran televisi pemerintah.
Dengan nada menghina menyebut para uskup sebagai sekelompok pria berjubah yang berani menyatakan bahwa tidak akan ada Natal, jika mereka tidak menetapkannya.
“Tidak, tuan berjubah, Anda tidak memerintahkan apa pun di sini. Yesus Kristus milik rakyat. Natal milik rakyat dan rakyat merayakannya kapan pun mereka ingin merayakan Natal mereka,” teriak Maduro.
Seperti kita ketahui Maduro yang didakwa atas berbagai tuduhan perdagangan narkoba , korupsi, kejahatan terhadap kemanusiaan , dan kecurangan pemilu, yang diduga terjadi selama pemilihan presiden 28 Juli 2024 lalu.
“Sejak 1 Oktober hingga 15 Januari adalah awal musim Natal, Malam Tahun Baru, dan menyambut tahun 2025,” ungkapnya.
Maduro menutup acaranya dengan aguinaldos, yang merupakan lagu-lagu tradisional bertema Natal Venezuela.
Sejak Selasa 3 Oktober 2014, di Caracas, ibu kota negara itu, pohon Natal dan dekorasi lainnya telah muncul di beberapa monumen dan gedung pemerintahan paling simbolis di kota itu.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah pada tanggal 3 September 2024, Konferensi Waligereja Venezuela (CEV –akronim dalam bahasa Spanyol) bereaksi terhadap keputusan Maduro untuk memajukan awal musim Natal dengan menyatakan bahwa musim suci Kristen ini tidak boleh digunakan untuk propaganda atau tujuan politik tertentu. *


