Respon Netizen
“Gua capek-capek kuliah gizi kalah sama kacang ijo yang gak ada samsek gelar S.Gz/M.Gz/Dietisien/M.P.H/M.Sc./M.TP./dll. (yang banyak orang-orang gizi/ orang tekpang). Boro-boro ada pengalaman ISO 22000, HACCP aja pasti gak paham. Malah milik KABGN nya lulusan ilmu serangga, pantes makanannya banyak belatungnya,” ujar akun @mylvself.
“HACCP, GMP, Food Safety management system. Ini adalah mandatory untuk sebuah pengolahan makanan/ food industry. Apalagi yang labelnya ‘makanan bergizi’ pfft, Good luck deh untuk project yang dihandle oleh bukan ahlinya,” jelas akun @txtdariadieb.
“Gimana gak keracunan, urusan makanan dikasih ke orang yang biasanya pegang senjata dan bubuk mesiu. Sistem MBG itu Makanan Beracun Genosida,” ungkap akun @irularr_.
“Wkwkwk Ketua MBG ialah Dosen IPB, doktoral Entomologi (yang mempelajari serangga). Sangat tidak nyambung. Padahal IPB punya jurusan Gizi, bahkan kakel ku lulusan IPB gizi ahli madya. Bahkan jurusan Gizi IPB terfokus dalam 2 materi, gizi klinis (yang keraj di rs) dan non klinis,” tandas akun @chefleebitt tandasnya terkait dengan latar belakang dari Dadan Handayana tersebut. (*)



