KITAINDONESIASATU.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pembinaan agar warga binaan siap kembali ke masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program seni lukis.
Lewat kegiatan ini, warga binaan diajak menyalurkan minat sekaligus mengasah keterampilan. Hasilnya, berbagai karya lahir dari tangan mereka, mulai dari lukisan pemandangan alam, potret kehidupan sehari-hari, hingga simbol-simbol harapan.
Beberapa karya bahkan sudah dipamerkan di ajang Legal Expo 2024 dan IPPA Fest 2025, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Kepala Lapas Batulicin, Arifin Akhmad, menegaskan bahwa pembinaan keterampilan menjadi bagian penting dari fungsi lembaga pemasyarakatan.
“Lapas tidak hanya menjalankan pengawasan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan. Seni lukis adalah salah satu cara agar mereka bisa lebih siap mandiri setelah bebas,” ujarnya, Selasa (9/9/2025)).
Salah seorang warga binaan berinisial D mengaku melukis memberinya ruang untuk mengekspresikan diri sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
“Saya berharap ketika bebas nanti bisa menjadi pelukis yang bermanfaat,” katanya.
Melalui program ini, Lapas Batulicin ingin memastikan warga binaan tidak hanya selesai menjalani hukuman, tetapi juga pulang dengan keterampilan yang bisa menjadi bekal kehidupan yang lebih baik. (Anang Fadhilah)



