NewsBerita Utama

Langkah Menuju Perdamaian, Israel dan Hamas Mulai Gencatan Senjata Minggu Ini

×

Langkah Menuju Perdamaian, Israel dan Hamas Mulai Gencatan Senjata Minggu Ini

Sebarkan artikel ini
FotoJet 14 2
Dok. Tentara Israel.

KITAINDONESIASATU.COM – Perdana Menteri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengumumkan bahwa pihak Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata yang akan mulai diberlakukan pada Minggu (19/1/2025).

Dalam konferensi pers yang dikutip The Guardian pada Kamis (16/1/2025), ia menyatakan bahwa perjanjian tersebut mencakup pertukaran tahanan dan sandera serta diharapkan menjadi langkah awal menuju gencatan senjata permanen.

Sebagai bagian dari kesepakatan, gencatan senjata ini memungkinkan pembebasan 33 sandera oleh Hamas dan sekitar 1.000 tahanan Palestina oleh Israel.

Selain itu, gencatan senjata yang berlangsung selama enam minggu ini akan menghentikan serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza, dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan menarik diri dari pusat-pusat kota di Gaza sejauh 700 meter dari perbatasan Gaza-Israel.

Kesepakatan juga mencakup pelonggaran akses bantuan kemanusiaan serta izin bagi warga Palestina yang membutuhkan perawatan medis untuk pergi ke luar negeri.

Israel diwajibkan membuka perlintasan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dalam waktu tujuh hari setelah gencatan senjata dimulai.

Selanjutnya, IDF harus menarik seluruh pasukannya dari Koridor Philadelphia, jalur sempit di perbatasan Gaza-Mesir, dalam waktu 50 hari.

Sementara itu, presiden Israel Isaac Herzog menyampaikan pernyataan penting terkait kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai antara Hamas dan Israel.

Ia meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemerintah Israel untuk mendukung serta menyetujui kesepakatan tersebut demi kebaikan bangsa.

Dalam pernyataannya, Herzog menekankan bahwa momen ini sangat krusial bagi Israel. Ia menyampaikan dukungan penuh kepada Netanyahu dan tim negosiasi atas upaya mereka dalam menyelesaikan kesepakatan.

Herzog juga menyerukan kepada Kabinet dan Pemerintah Israel untuk segera meratifikasi kesepakatan tersebut, sehingga warga Israel yang menjadi korban konflik dapat segera kembali ke tanah air mereka.

Herzog menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya benar secara moral, tetapi juga sangat penting bagi kemanusiaan, nilai-nilai Yahudi, dan kewajiban nasional Israel.

“Tidak ada tanggung jawab yang lebih besar daripada memastikan kembalinya putra-putri kita, baik untuk pulih bersama keluarga mereka atau untuk dimakamkan” ungkap Herzog, dikutip dari The Guardian.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *