KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakan maut terjadi di ruas Jalan Raya Sragen-Ngawi di Dukuh Jatisumo, Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen menewaskan seorang pengendara sepeda motor, Jumat (11/7/2025) dini hari.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 03:30 itu menewaskan seorang mahasiswa yang mengedarai Honda C86 AD 5534 VA warga Kebonarum, Kabupaten Klaten yang betabrakan adu banteng dengan Bus Sugeng Rahayu W 7471 UP.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan saat itu pengendara sepeda motor berboncengan dengan salah satu temannya Fadhillah Wisnu Ardhi warga Daleman, Tulungagung, Klaten yang mengalami luka berat dan dirawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.
Saat itu korban berboncengan dari arah timur ke arah barat diduga hendak ke arah Klaten, namun di tengah perjalanan korban betabrakan dengan Bus Sugeng Rahayu yang menyalip truk Hino 8452 yang melaju berlawanan diduga kurang memperhitungkan situasi jalan di depannya sehingga bertabrakan dengan pengendara sepeda motor.
Kasatlantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tirto Satria Leksono kepada wartawan di Sragen mengatakan diduga karena jarak terlalu dekat bus kehilangan kendali saat menyalip,kemudian sopir membanting setir ke arah kiri membentur truk di depannya, kemudian menabrak sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.
Polisi yang datang ke lokasi melakukan evakuasi terhadap para korban yang meninggal dan luka-luka utuk dilarikan ke rumah sakit, serta menggelar olah tempat kejadian perkara dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Seperti kita ketahui dalam insiden itu Bus Sugeng Rahayu dikemudikan Dio Pradana (27) warga Ngancar, Kediri kemudian truk Hino dikemudikan Didin Stiawan (28) bersama kernetnya M Rifai Nasrul Afandi (20) keduanya warga Sedati, Sidoarjo.
Terkait kecelakaan itu polisi menghimbau kepada para pengguna jalan khususnya di jalur Sragen-Ngawi yang dikenal merupakan kawasan rawan cecelakaan agar berhati-hati dan selalu waspada.
Kawasan ini merupakan jalan pada lalu lintas arus kendaraan antarkota dan antardaerah, dihimbau para pengemudi agar tidak memaksakan diri menyalip kendaraan di depannya jika kondisi benar-benar aman, dan mengurungkan jika tidak memungkinkan. **

