News

Lahan Pertanian Krisis Air, Pemkab Bekasi Berlakukan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan

×

Lahan Pertanian Krisis Air, Pemkab Bekasi Berlakukan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dedy Supriyadi meninjau lokasi kekeringan. (eka)
Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dedy Supriyadi meninjau lokasi kekeringan. (eka)

Kekeringan pertanian 8 Kecamatan, krisis air bersih ada 7 Kecamatan.

“Selain masalah kekeringan di persawahan juga kita mengalami kekeringan air bersih ya di beberapa Kecamatan seperti Bojongmangu, Muaragembong, dan lainnya, mungkin suplai air bersih yang masih sampai saat ini masih terkendala dan ada beberapa kecamatan terdampak,” kata Dedy.

Pemkab Bekasi dalam upaya tanggap darurat bencana kekeringan mendapatkan bantuan sebanyak 145 mesim pompa air bagi para petani yang lahan persawahanmya mengalami kekeringan. Dedy menyebut bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian RI.

“Kemudian juga ada bantuan pengiriman alat berat juga dari pemerintah pusat dalam hal ini melalui Kementerian PUPR, insya Allah selain juga kita setelah tanggap darurat kita juga akan mengucurkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), Insya Allah mudah-mudahan mencukupi,” ungkapnya.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih, Pemkab Bekasi juga mengerahkan alat filterisasi milik Palang Merah Indonesia (PMI) yang beberapa tahun terakhir telah digunakan dalam upaya pemenuhan air bersih bagi masyarakat saat musim kemarau.

“PMI kita juga punya alat filterisasi yang memang untuk air bersih untuk nanti kemudian disuling atau lain sebagainya, dan sudah dibuktikan pada tahun lalu bermanfaat, dan nanti alat ini akan ditempatkan khusus untuk titik yang memang memliki sumber air yang sudah kita cari, mata air dan nanti kita akan fungsikan untuk air bersih atau sampai langsung layak konsumsi pun ada.” tutupnya. (Eka Jaya Saputra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *