KITAINDONESIASATU.COM – Kebakaran akibat petasan terus berulang saat pergantian malam Tahun Baru. Ada apa, dan kenapa tidak ada solusi?
Diketahui, kebakaran akibat petasan melahap enam bangunan semipermanen dan dua perahu nelayan di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, pada Rabu, 1 Januari 2025, dini hari.
Kebakaran akibat petasan di malam Tahun Baru juga terjadi di sejumlah daerah.
Menurut Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, kebakaran kerap berulang tersebut lantaran pemerintah selama ini kurang memberikan edukasi kepada masyarakat soal petasan yang standar dan aman.
“Iya, harusnya ada edukasi, semacam SOP-nya dalam penggunannya. Kedua, penggunaan petasan harus ada batasan umurnya,” ujar Trubus kepada KITAINDONESIASATU.COM, Rabu.
“Juga pembuat petasan oleh Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), harus ada jenisnya. Sebab, selama ini petasan tidak ada jenisnya, mana yang aman digunakan untuk anak-anak dan dewasa,” sambungnya.
Selain itu, kata dia, pemerintah daerah (pemda) setempat juga harus menggerakkan peran RT, RW dan Kelurahan, termasuk ormas-ormas keagamaan.
“Jadi, ikut memberikan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya. ***


