KITAINDONESIASATU.COM – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di DKI Jakarta kembali dilakukan. Modifikasi cuaca dilakukan utuk mengurangi potensi banjir di Jakarta, mengingat wilayah Jakarta dan sekitarnya masih musim hujan.
“Pemprop DKI jakarta berharap dapat meminimalisir risiko bencana akibat cuaca eskstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Jakarta,” ujar Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Maruli Sijabat, di Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2025.
OMC adalah upaya mitigasi bencana yang lebih luas akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya. OMC berkontribusi penurunan risiko bencana hidrometeorilogi, salah satunya banjir.
Operasi ini berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menggunakan pesawat milik TNI AU. Jumlah penerbangan berdasarkan pertimbangan dari prakiraan cuaca dan ilmuan penerbangan.
Pelaksanaa OMC berlangsung setiap hari dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB, dengan pengawasan dari BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sebagai informasi, OMC telah dilakukan pada 25-31 Desember 2025 dan dinilai terbukti efektif dapat mengurangi intensitas hujan dan memitigasui bencana banjir.
Berdasarkan data satelit Global Satelite Mapping of Precipitation (GSMAP) bahwa Hasil OMC dapat menurunkan curah hujan hingga 38 persen.
Sebelumnya, pada Desember 2024 kemarin, terdapat 2.000 warga Jakarta mengungsi akibat banjir. Banjir diakibatkan hujan lebat hingga saluran air tidak mampu menampung dan air meluap ke jalan.
Wilayah yang terkena banjir meliputi wiayah Jakarta Utara, Selatan, Timur, Barat, dan Jakarta Pusat. (*)


