News

Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Banggar DPR Dorong Pengembangan UMKM di Bali

×

Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Banggar DPR Dorong Pengembangan UMKM di Bali

Sebarkan artikel ini
FotoJet 2 30
Produk UMKM Bali

KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Wihadi Wiyanto, melihat peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk mendiversifikasi sumber pendapatan daerah.

Menurutnya, fokus yang terlalu besar pada pariwisata menjadikan ekonomi Bali rentan terhadap guncangan eksternal, seperti yang terlihat selama pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, diperlukan strategi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk memperkuat fondasi ekonomi pulau tersebut.

Salah satu sektor yang menurut Wihadi memiliki potensi besar adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA: Hadapi Dominasi Impor, DPR Desak Kebijakan Baru untuk Tingkatkan Produksi Susu Dalam Negeri

Baca Juga  Lokasi SIM Keliling Kabupaten Tangerang

Bali saat ini memiliki lebih dari 60.000 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai bidang, mulai dari kerajinan tangan, kuliner, hingga industri kreatif.

Sektor ini tidak hanya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi Bali dalam jangka panjang.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi yang melibatkan banyak masyarakat lokal. Dengan pemberdayaan yang tepat, sektor ini dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata,” ujar Wihadi, seperti ditulis Parlementaria pada Sabtu, 23 November 2024.

Politikus dari Fraksi Partai Gerindra ini menekankan pentingnya alokasi dana yang tepat sasaran untuk mendukung pengembangan UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Baca Juga  SIM Keliling Kabupaten Tangerang di Mal Ciputra

Menurutnya, investasi yang terarah dan berkelanjutan di sektor ini dapat menciptakan efek domino yang luar biasa.

Dengan memberikan pelatihan, akses permodalan, serta bantuan dalam pemasaran, UMKM di Bali akan mampu meningkatkan kualitas produk mereka, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Selain itu, Wihadi juga menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku bisnis, dalam membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM.

Ia mencontohkan perlunya program pendampingan bagi pelaku UMKM agar mereka dapat lebih siap bersaing di pasar domestik dan internasional.

“Jika UMKM diperkuat, bukan hanya produk lokal Bali yang akan mendunia, tetapi kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” tambahnya.

Baca Juga  Profil Ni Luh Puspa, Mantan Jurnalis TV, Kini Wakil Menteri Pariwisata

Lebih jauh, Wihadi menekankan bahwa diversifikasi ekonomi melalui penguatan UMKM juga akan membantu mengurangi ketimpangan ekonomi antara daerah-daerah di Bali.

Selama ini, pariwisata cenderung terpusat di wilayah-wilayah tertentu, sementara daerah lain masih tertinggal.
Dengan memaksimalkan potensi UMKM, setiap daerah di Bali dapat mengembangkan sektor unggulannya masing-masing, menciptakan ekonomi yang lebih seimbang dan inklusif.

Ia berharap upaya ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah, mengingat sektor UMKM dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi Bali yang berkelanjutan dan mandiri.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *