News

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, Peringkat Ketiga Terburuk di Dunia

×

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, Peringkat Ketiga Terburuk di Dunia

Sebarkan artikel ini
FotoJet 8 2
Kualitas udara Jakarta tak sehat

KITAINDONESIASATU.COM – Pada Kamis pagi, kualitas udara di Jakarta tercatat berada dalam kategori tidak sehat, menempatkan kota ini di peringkat ketiga dunia sebagai kota dengan tingkat polusi udara terburuk.

Data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.38 WIB menunjukkan bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 164.

Angka ini termasuk dalam kategori tidak sehat karena konsentrasi polutan PM2,5 tercatat sebesar 74,3 mikrogram per meter kubik.

Kategori ini mengindikasikan bahwa kualitas udara dapat berdampak buruk pada kelompok rentan, baik manusia maupun hewan sensitif, serta berpotensi merusak tanaman dan memengaruhi nilai estetika lingkungan.

Baca Juga  Sopir Diduga Kelelahan, Truk Pengangkut Susu Masuk Parit di Tegalsari Banyuwangi

IQAir merekomendasikan masyarakat untuk membatasi kegiatan luar ruangan.

Jika harus berada di luar, disarankan menggunakan masker pelindung serta menutup jendela rumah guna mencegah masuknya udara tercemar.

Sebagai informasi tambahan, berikut adalah kategori kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2,5:

Baik (0–50): Tidak berdampak pada kesehatan manusia maupun hewan, dan tidak memengaruhi tanaman atau bangunan.

Sedang (51–100): Tidak berdampak pada manusia atau hewan, namun bisa memengaruhi tanaman sensitif dan estetika lingkungan.

Tidak Sehat (101–200): Dapat berdampak pada kelompok sensitif.

Sangat Tidak Sehat (201–299): Berisiko tinggi bagi kesehatan populasi tertentu.

Baca Juga  Rekomendasi Rekreasi dan Wisata Akhir Pekan di Jakarta

Berbahaya (300–500): Menyebabkan dampak serius bagi kesehatan seluruh populasi.

Pada hari yang sama, kota dengan kualitas udara terburuk pertama adalah Kinshasa (Kongo-Kinshasa) dengan AQI 193, disusul Kampala (Uganda) di posisi kedua dengan AQI 162.

Sementara Jakarta berada di posisi ketiga. Posisi keempat dan kelima ditempati Addis Ababa (Ethiopia) dengan AQI 148 dan Manama (Bahrain) dengan AQI 127.

Sebagai bagian dari upaya monitoring, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah meluncurkan platform pemantauan kualitas udara yang didukung oleh 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota.

Baca Juga  Tindak Lanjut Laporan Warga, Pengedar Sabu Ditangkap di Tanahlaut

Data yang diperoleh dari SPKU ini ditampilkan secara real-time melalui platform tersebut, yang merupakan penyempurnaan sistem sebelumnya dan telah disesuaikan dengan standar nasional.

Sistem ini juga mengintegrasikan data dari berbagai sumber, termasuk BMKG, DLH Jakarta, World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *