News

KRONOLOGI Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman: Jasad Korban Ditemukan di Sumur dan Perairan Batang Anai

×

KRONOLOGI Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman: Jasad Korban Ditemukan di Sumur dan Perairan Batang Anai

Sebarkan artikel ini
KRONOLOGI Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman: Jasad Korban Ditemukan di Sumur dan Perairan Batang Anai
KRONOLOGI Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman: Jasad Korban Ditemukan di Sumur dan Perairan Batang Anai

KITAINDONESIASATU.COM – Warga Batang Anai, Padang Pariaman, dihebohkan oleh kasus pembunuhan berantai yang dilakukan seorang pria bernama Satria Jhuwanda Putra alias Wanda (26). Aksi keji ini terbongkar setelah penemuan potongan tubuh manusia terbungkus plastik di sekitar Perairan Batang Anai, Selasa 17 Juni 2025. Jenazah korban, diketahui sebagai Septia Adinda (25), ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa tangan dan kaki, diduga kuat merupakan korban mutilasi.

Setelah dilakukan penyelidikan, Tim Gagak Hitam Reskrim Polres Padang Pariaman berhasil menangkap Wanda di kediamannya di kawasan Pasar Usang, Lubuk Alung, pada Kamis dini hari, 19 Juni 2025. “Dirinya ditangkap pada Kamis (19/6/25) dini hari di kediamannya kawasan Pasar Usang, Lubuk Alung,” tulis akun X @creepyroom.

Dalam pengakuannya, Wanda tak hanya membunuh Adinda, tetapi juga dua wanita lainnya, yakni Siska Oktavia alias Cika (23) dan Adek Gustiana (24). Kasus hilangnya kedua korban bahkan sempat viral setahun sebelumnya. Polisi kemudian menggeledah rumah pelaku dan menemukan jasad kedua korban dalam kondisi dicor dan dibuang ke dalam sumur tua.

“Jasad keduanya dibuang pelaku di dalam sumur tua yang berada di Pasar Usang sekitar satu tahun yang lalu,” lanjut akun tersebut. 

Ketiga korban diketahui pernah berstatus sebagai mahasiswi STIE KBP Kota Padang.

Baca Juga  Pesta Pulau Pinang ke-58 Digelar, UMKM Sumut Diharapkan Jadi Ajang Promosi

Motif pembunuhan berbeda-beda: Adinda dibunuh karena utang Rp3,5 juta yang tak dibayar, sementara Cika dan Adek dibunuh karena alasan cemburu dan dugaan perselingkuhan. Saat ini, pelaku telah diamankan pihak berwajib dan ketiga jasad korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses otopsi. Kasus ini menyisakan luka mendalam dan mengejutkan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *