Tim BPBD Kabupaten Cirebon langsung turun ke lokasi, khususnya ke Lemahabang, untuk melakukan pengecekan lapangan. Hasilnya: tidak ada sisa puing, kawah, atau jejak benturan yang mengindikasikan benda langit jatuh ke permukaan.
Menanggapi kekhawatiran publik, BMKG Stasiun Geofisika Bandung angkat bicara. Menurut data mereka, seismograf memang mencatat getaran ringan pada waktu kejadian—namun bukan berasal dari gempa tektonik atau aktivitas vulkanik.
“Getaran terdeteksi, tapi tidak berkaitan dengan pergerakan lempeng bumi. Kami menduga ini adalah fenomena atmosferik, kemungkinan besar meteoroid yang terbakar di lapisan atas atmosfer,” jelas Faozan, Koordinator Lapangan BPBD Cirebon.
Para ahli astronomi dari LAPAN (kini berada di bawah BRIN) juga memberikan analisis awal: karakteristik cahaya dan dentuman cocok dengan bolide—yaitu meteor yang sangat terang dan sering meledak di udara sebelum mencapai tanah.
Fenomena semacam ini memang langka tapi alami, dan biasanya tidak berbahaya jika tidak meninggalkan fragmen besar.
Hingga kini, tidak ada laporan korban atau kerusakan material. Namun, fenomena ini menjadi pengingat bahwa Bumi terus-menerus dilewati oleh benda-benda luar angkasa—dan terkadang, salah satunya cukup besar untuk terlihat bahkan di tengah kota.***

