“Gerakan ini dimulai dari diri sendiri, dari keluarga, dan lingkungan terdekat. Kita tidak perlu menunggu arahan. Cukup bergerak bersama, dengan hati dan kesadaran untuk membangun Bogor yang lebih geulis, indah, anggun, dan bersatu,” ucap Yantie Rachim, penuh semangat.
Peluncuran gerakan ini juga mendapatkan apresiasi dari Ketua Yayasan Cinta Keluarga Indonesia (YKCI), Yane Ardian, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah penting menuju perubahan sosial yang lebih luas.
“Harapan saya, dengan di-launching-nya Bogor Geulis ini bisa membawa perubahan di Kota Bogor menjadi lebih baik, karena yang berjuang bukan hanya satu generasi, tapi seluruh generasi, dan semuanya harus terus bekerjasama,” katanya.
Tak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, Yane Ardian juga menjadi pemateri dalam sesi diskusi yang digelar pada kegiatan tersebut. Ia mengangkat pentingnya menanamkan nilai-nilai lintas generasi sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.
“Saya juga sampaikan materi tentang bagaimana cara menurunkan nilai-nilai lintas generasi, karena anak yang berkualitas itu sebetulnya berawal dari janin. Emosi ibu saat hamil sangat menentukan kualitas janin. Jadi saya ingin mengajak seluruh kader PKK untuk meneruskan pesan ini ke masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat yang menyatukan, “Bogor Geulis” diharapkan bukan hanya menjadi program sesaat, melainkan menjadi bagian dari identitas sosial yang melekat dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat Kota Bogor ke depan. (Nicko)


